Anak Perempuan yang Cantik



Saat sore mulai menghilang..
Malam pun datang..
Langit hitam menutup cakrawala yang sebelumnya berwarna jingga, jadi gulita..
Maka batal sudah kau kupanggil senja..

Waktu terus berlanjut, malam pun kian larut..
Namun kau tak juga kepincut untuk segera ribut..
Sadarkah kau Putriku, bahwa malam ini purnama terakhir?
Jika iya, lantas mengapa tangis pertamamu tak kunjung hadir..

Menjelang fajar, jeritmu berkumandang..
Wajah Ibumu lusuh namun begitu sedap dipandang..
Anakku wajahmu cantik, bulu matamu lentik..
Kau kuberi nama Anak Perempuanku yang Cantik..

Tak hanya satu kata, kuberi kau dua kata bermakna sama..
Karena satu tak berkawan sementara dua menggenapkan..
Anak Perempuanku yang Cantik, ibarat bunga kau putik..
Kau adalah inti aroma dari semesta yang raya..


Note:
Ini puisi dari salah seorang teman terbaik yang didedikasikan untuk Anak Perempuan yang Cantik. Vielen Dank :)

Comments

Popular Posts